Flu Saja Tak Boleh Main

Antisipasi Pemain Positif Corona di Liga 1, PT LIB: Flu Saja Tak Boleh Main
<! –

->

Suara.com – PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengantisipasi penuh kemungkinan penularan COVID-19 di Liga 1 2020 yang akan diluncurkan pada 1 Oktober mendatang. Salah satu aturannya adalah pemain, pelatih, dan semua pihak yang terlibat dalam kompetisi harus benar-benar dalam keadaan sehat usai kompetisi.

Toh kesehatan menjadi faktor utama keberlangsungan Liga 1 di tengah merebaknya virus corona ini. Protokol kesehatan yang ketat akan diterapkan pada setiap kompetisi, dan LIB berharap tidak ada kasus virus corona yang muncul dari kompetisi ini.

Oleh karena itu, pendeteksian secepatnya dilakukan. Jika ada pemain atau pelatih yang menderita penyakit ringan yang berujung pada COVID-19, dilarang bermain.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita (tengah) saat ditemui di kantor PT LIB, Jakarta, Rabu (19/8/2020). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita (tengah) saat ditemui di kantor PT LIB, Jakarta, Rabu (19/8/2020). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

“Kami akan menghindari kemungkinan resiko sedini mungkin. Dari awal tim masih di base, harus ada laporan, body check dan semuanya, dan yang terpenting selama pertandingan,” ujar Akhmad Hadian Lukita, Direktur Jenderal PT LIB saat ini. Konferensi pers. kru media virtual.

“Saat permainan kami menganggap pemainnya fit, kami ingin menghindari segala kemungkinan risiko. Seorang pemain flu tidak bisa ikut, apalagi kalau suka COVID-19,” lanjut Hadian.

Akhmad menambahkan, jika sang pemain ternyata positif COVID-19, Liga 1 2020 akan dilanjutkan. Tentunya dengan beberapa ketentuan setelah ditemukan kasus positif corona dalam persaingan tersebut.

“Mudah-mudahan tidak, ini tidak boleh terjadi. Di sepak bola Eropa, jika ada yang terkena COVID-19, maka persaingan akan terus berlanjut. Nanti kita akan bahas bagaimana cara mengatasinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Jenderal PSS Yunus Nusi mengatakan, pihaknya sudah memiliki tim untuk menangani COVID-19 jika terdapat kasus positif corona.

Selain itu, protokol kesehatan yang diadopsi juga mengadopsi beberapa elemen penting seperti Kementerian Kesehatan, WHO, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), FIFA, AFC, dan beberapa kompetisi di Eropa.

Baca:  Pemain Madura United Dinyatakan Bebas COVID-19

“PSSI dan PT LIB sudah punya tim Satgas, bagi kita protokolnya hampir sempurna karena diadopsi dari WHO, BNPB, Liga Jerman, Kemenkes, FIFA, AFC kita akomodir, kita buat satu sampai dua buku. Protokolnya jelas. Pilihannya banyak sekali. di sana, "kata Yunus.